Kabarnya cincin ini sangat sakti, di jaman penjajahan cincin ini pernah menenggelamkan kapal belanda yang akan menembakkan meriamnya ke arah keraton. Sultan hanya mengarahkan cincin ini saja ke kapal Belanda belanda kemudian terbalik dan menewaskan puluhan prajurit. Sehingga banyak masyarakat sekitar percaya bahwa pulau Kumala yang sekarang ada di tengah-tengah sungai Mahakam di Tenggarong merupakan kapal penjajah Belanda yang terbalik.
Menurut legenda yang berasal dari masyarakat sekitar. Cincin sang Sultan adalah pemberian dari ular berbentuk naga yang dikenal dengan LEMBUSWANA. Karena cincin ini ditengah-tengahnya tergambar seperti mata naga. Jika pada hari-hari biasa mata cincin ini tergambar dengan biola. Mata cincin ini akan berubah menjadi seperti sebuah mata naga dengan berwarna merah pada sekelilingnya jika sang pemilik mengalami bahaya.
Cincin ini sempat hilang sekian ratus tahun setelah wafatnya Sultan Kartanegara. Dikabarkan cincin ini hilang bersama kepergian sang Sultan. Ada juga yang mengabarkan bahwa cincin ini bersemedi dengan LEMBUSWANA hingga waktunya harus kembali untuk sang “Pemilik”.
Secara tidak disengaja sang penulis menemukan cincin tersebut melalui seorang yang tidak dikenal melalui mimpi, yang memberikan tanpa syarat apapun. Dia hanya berpesan “Tolong rawat cincin ini, kalo nga ada duit jual aja”. ” ha!! nga salah pak, mendingan Bapak kasi duit aja” kata saya. Dalam hati saya ini orang nga salah ngasi, sudah ngasi cincin malah disarankan untuk dijual kalo nga punya duit. Ya udah akhirnya saya terima tuh cincin. Rupanya memang panggilan si cincin untuk menemukan kembali sang “Pemilik” minta saya untuk dilepas.
Mungkin saja andalah sang “pemilik” tersebut. jadi gue jual aja itu cincin dengan harga US $ 2.500
Yang tertarik call aja di no. 0541-7217677 ato 081347013929